Jatuh cinta pada cinta

Para psikolog anak menegaskan bahwa setiap anak membutukan emosional mendasar tertentu yang harus dipenuhi jika ia akan menjadi mantap secara emosional. Di antara kebutuhan emosional itu, tak ada yang lebih mendasar daripada kebutuhan akan kasih sayang dan cinta, kebutuhan untuk merasakan bahwa ia menjadi bagian dan diingini. Dengan kasih sayang yang cukup banyak, si anak sudah tentu akan berkembang menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Tanpa kasih sayang, pertumbuhannya secara emosional dan sosial akan terbelakang.

Kebutuhan emosional akan cinta, bagaimanapun, bukan merupakan sekedar fenomena masa kanak-kanak. Kebutuhan itu mengikuti kita hingga masa dewasa dan perkawinan kita. Pengalaman “jatuh cinta” untuk sementara memenuhi kebutuhan itu, tetapi itu hanya merupakan “pengobatan kilat” dan, sebagaimana kita akan pelajari nanti, mempunyai daya tahan terbatas. Setelah kita turun dari awang-awang obsesi “kasmaran”, kebutuhan emosional untuk cinta muncul lagi di permukaan karena itu sudah menjadi dasar dari sifat kita. Sifat itu bercokol di inti hasrat emosional kita. Kita memerlukan cinta sebelum kita “jatuh cinta”, dan kita akan membutuhkannya selama kita hidup.

Sumber:
Chapman G..  .Lima Bahasa Kasih. Karisma. Tanggerang Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *